Kamis, 18 Agustus 2011

hormon terkait keseimbangan dan elektrolit


MAKALAH ILMU DASAR KEPERAWATAN
 “HORMON TERKAIT DENGAN KESEIMBANGAN CAIRAN & ELEKTROLIT”
DI
S
U
S
U
N
OLEH :

            KELOMPOK                : 8 (DELAPAN)
          ANGGOTA                   : ANITA
                                                  MERY SYARIANA
          KELAS                         : PSIK A.6 INTERNASIONAL
DOSEN                          : Dr ALFAROBI



SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
BINA HUSADA PALEMBANG
2010/2011

KATA PENGANTAR


Alhamdulillah, segala puji kehadirat Allah SWT, pencipta alam semesta, tidak lupa sholawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad saw.,karena atas rahmat dan karunia Allah tugas ini dapat kami selesaikan. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing, dr Alfarobi, teman–teman dan semua yang telah berpartisipasi dalam pembuatan makalah ini.
Tugas ini dibuat untuk memenuhi tugas akademik terstruktur ilmu keperawatan dasar Program Studi Ilmu Keperawatan Kelas Internasional  dan untuk memudahkan mahasiswa dalam memahami makalah ini.
Demikianlah makalah ini kami susun. Dengan harapan dapat bermanfaat bagi siapa saja yang membacanya. Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu, semua krtik dan saran senantiasa kami harapkan untuk kesempurnaan makalah ini agar menjadi lebih baik.
Kepada Allah SWT.,kami mohon rahmat dan hidayah-Nya. Semoga usaha yang dilakukan ini dalam keridaan-Nya selalu.





                                                                            Palembang, 6  April 2011
                                                                                       Penyusun,
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................. DAFTAR ISI..........................................................................................
BAB  I....................................................................................................   
PENDAHULUAN
          A.Latar belakang
          B.Masalah
          C.Tujuan
BAB II..................................................................................................     
Pembahasan.......................................................................................
BAB III.................................................................................................
Kesimpulan dan saran........................................................................
DAFTAR PUSTAKA..............................................................................











BAB I
PENDAHULUAN
1.LATAR BELAKANG
Hormon merupakan penghantar (transmiter) kimiawi yang dilepas dari sel-sel khusus ke dalam aliran darah dan selanjutnya di bawa oleh sel-sel tanggap (responsive cells) tempat terjadinya khasiat tersebut menurut starling.Hormon disentesis dalam jaringan dan diangkut oleh sistem sirkulasi untuk bereaksi pada sel-sel yang berdekatan dalam jaringan.Molekul yanhg di hasilkan oleh jaringan tertentu,setelah dikeluarkan langsung masuk ke dalam darah untuk dibawa ke tempat tujuan.Secara khusus hormon dikaitkan dengan kimia organik yang mempunyai aktivitas tinggi meskipun hanya diberikan dalam jumlah yang sangat sedikit.Hormon yang dihasilkan langsung disekresikan ke dalam pembuluh darah langsung ke tempat yang membutuhkan,setibanya di tempat organ tujuan,hormon melakukan kegiatan yang spesifik yaitu mengatur proses metabolisme dari organ tujuan.
Untuk kesehatan dan kehidupan,cairan dan elektrolit harus berada dalam proporsi yang benar dalam berbagai jaringan.Hal ini dicapai dengan serangkaian manuver fisiko-kimia yang kompleks.Keseimbangan cairan berupa air dicapai dengan asupan dan keluaran air yang seimbang.Ketika air tidak dapat dihindari keluar setiap saat melalui ginjal,kulit,paru masalah utama adalah untuk mempertahankan cukup air dalam tubuh.Dalam tubuh yang sehat, 60 % dari berat badan terdiri atas air yang terdapat dalam dua komponen yaitu cairan intraseluler dan cairan ekstraseluler.Ekstraseluler dibagi dua yaitu interstisial (di anatara sel) dan intravaskuler (dalam pembuluh darah).Dari sejumlah cairan dalam tubuh ,2,3 % cairan berada dalam intraseluler dan 1,3 cairan berada dalam ekstraseluler  (intertsial 65% intravaskular 35%).Misalnya : seorang dengan berat badan 60 kg memiliki cairan dalam tubuh 40 liter yang terdiri atas cairan intraseluler 27 liter dan cairan ekstraseluler 13 liter (cairan intertsial 8 liter dan cairan intravaskular 5 liter).




2.RUMUSAN MASALAH

2.1 Apa sajakah hormon terkait dengan keseimbangan cairan dan elektrolit?
2.2 Bagaimana seharusnya banyaknya cairan dalam tubuh sehingga dapat seimbang?
2.3 Apa saja yang mempengaruhi cairan dan elektrolit dalam tubuh?



3.TUJUAN

3.1 Agar semua mahasiswa dapat mengetahui dan memahami tentang hormon untuk keseimbangan cairan dan elektrolit.
3.2 Agar dapat mengetahui cairan yang dibutuhkan oleh tubuh.
3.3 Agar dapat mengaplikasikan pengetahuan ini dalam praktek kehidupan sehari-hari.
3.4 Agar dapat asupan cairan dalam tubuh sudah seimbang atau belum.
3.5 Agar dapat memenuhi asupan cairan dalam tubuh.







BAB II
PEMBAHASAN
II.I ISI
Untuk kesehatan dan kehidupan,cairan dan elektrolit harus berada dalam proporsi yang benar dalam berbagai jaringan.Hal ini dicapai dengan serangkaian manuver fisiko-kimia yang kompleks.Keseimbangan cairan berupa air dicapai dengan asupan dan keluaran air yang seimbang.Ketika air tidak dapat dihindari keluar setiap saat melalui ginjal,kulit,paru masalah utama adalah untuk mempertahankan cukup air dalam tubuh.
Dalam tubuh yang sehat, 60 % dari berat badan terdiri atas air yang terdapat dalam dua komponen yaitu cairan intraseluler dan cairan ekstraseluler.Ekstraseluler dibagi dua yaitu interstisial (di anatara sel) dan intravaskuler (dalam pembuluh darah).Dari sejumlah cairan dalam tubuh ,2,3 % cairan berada dalam intraseluler dan 1,3 cairan berada dalam ekstraseluler  (intertsial 65% intravaskular 35%).Misalnya : seorang dengan berat badan 60 kg memiliki cairan dalam tubuh 40 liter yang terdiri atas cairan intraseluler 27 liter dan cairan ekstraseluler 13 liter (cairan intertsial 8 liter dan cairan intravaskular 5 liter).
Untuk kesehatan dan kehidupan,cairan dan elektrolit harus berada dalam proporsi yang benar dalam berbagai jaringan.Hal ini dicapai dengan serangkaian manuver fisiko-kimia yang kompleks.
Terdapat sekitar 50 liter air dalam tubuh pada seseorang dengan berat badan rata-rata 70 kg.
Air membentuk 75% tubuh bayi
Air membentuk 70% tubuh laki-laki dewasa
Air membentuk 55% tubuh laki-laki tua

          Karena wanita memiliki lemak relatif lebih banyak (yang relatif bebas-air),jumlah air dalam seorang wanita sekitar 10% lebih sedikit dari pada laki-laki.Air terkandung dalam dua “kompartemem” utama dalam tubuh.Cairan intraselular (CIS): yaitu air dalam berbagai sel tubuh.sekitar 70% jumlahbtotal air dalam tubuh.Cairan ekstraseluler (CES): yaitu air bukan di dalam sel.Sekitar 30% jumlah air total dalam tubuh.Air ini terdapat dalam cairan intertsial :di temukan dalam ruang jaringan antar sel,plasma darah,cairan serebrospinal,limfe,cairan dalam rongga serosa dan sendi.Dalam jumlah terlalau sedikit untuk berperan dalam keseimbangan cairan.CIS adalah medium tempat terjadinya aktivitas kimia sel.CES adalah medium untuk pengangkutan zat kimia dari satu sel ke sel lain.Serangkain pertukaran yang rumit terjadi dalam dua arah antara CIS dan CES untuk mempertahankan keseimbangan kimia dan elektrolit yang benar dan mempertahankan ph normal.
Keseimbangan air
          Keseimbangan air dicapai dengan asupan dan keluaran air yang seimbang.Ketika air tidak dapat dihindari keluar setiap saat melalui ginjal,kulit dan paru,masalah utama adalah mempertahankan cukup air dalam tubuh.Asupan air diperoleh melalaui 3 cara:
a)     Minum: Jumlah yang di peroleh pada dasarnya dikendalikan oleh rasa haus,tetapi lebih banyak dipengaruhi oleh kebiasaan minum.Rasa haus tidak selalu akibat kekeringan mulut;hipotalamus otak terdapat “pusat minum” yang bereaksi terhadap dehidrasi
b)    Makan;makanan mengandung air,
c)     Oksidasi makanan dalam tubuh



Kehilangan air
Air hilang melalui 4 cara:

a)     Sebagai urine sekitar 1,5 liter per hari,bervarisai dengan asupan air dan air yang hilang melalui rute lain,misalnya melalui keringat,
b)    Dalam udara ekspirasi dari paru : sekitar 400 ml per hari,
c)     Dalam feses : sekitar 100 cc per hari,
d)    Melalui kulit : sebagai keringat atau penguapan tak terlihat,jumlah bervariasi dengan suhu,kelembapan,dan sirkulasi udara,jumlah pakain yang dipakai,banyaknya kerja yang dilakukan.
Kehilangan air utama-melalui ginjal-sebagian tidak dapat di hindari,sebagian di kendalikan oleh hormon antidiuretik (ADH), ADH dihasilkan oleh hipotalamus dan dialirkan menuju kelenjar hipofisis,yang di keluarkan bila dibutuhkan.Hormon ini mengatur reabsorbsi air dari tubulus distal ginjal dan dengan demikian mengatur jumlah urine yang diekskresikan.
Ph
Ph adalah petunjuk konsentrasi ion hidrogen (H) dalam larutan dan dengan demikian menunjukan derajat keasaman ph cairan tubuh normal adalah 7,36-7,44.terdapat kekacauan dalam penggunaan istilah asidemia,asidosis,alkalemia,alkalosis.
     Aidemia digunakan untuk penurunan ph berat,yaitu di bawah 7,3.Alkelimia digunakan untuk peningkatan di atas 7,5.Asidosis dan alkolosis kadang-kadang di gunakan sebagai pengganti asidemia dan alkemia,kadang-kadang menggambarkan perubahan minor dan kemudahan kompensasi pH.
Agar terjadi proses metabolik normal,Ph harus teyap dalam batas normal.Dapar dalam darah membantu mempertahanakan stabilitas ini.Larutan dapar adalah larutan yang menahan perubahan ph dengan kemampuan menyerap asam atau basa dalam jumlah kecil.
Karbon dioksida dan asam dihasilkan proses metabolisme cendrung dieksresikan melalui paru dalam udara ekspirasi dan asam melalui tubulus ginjal.Bila jumlah basa meningkat,frekuensi dan kedalaman respirasi akan menurun,dengan akibat semakin sedikit karbon dioksida yang dieksresikan,ginjal bereaksi dengan mengeksresikan bikarbonat dan menahan ion ph.
Gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit dapat terjadi dalam berbagai kondisi,yang mengakibatkan:
a)     Defisiensi atau kelebihan cairan
b)    Defisiensi atau kelebihan natrium
c)     Defisiensi atau kelebihan kalium
Defisiensi cairan terjadi pada koma,dengan ketidakmampuan untuk menelan,tidak memiliki air minum seperti saat di padang pasir atau di perahu di tengah laut.
Kelebihan cairan menghasillkan edema,kelebihan cairan dalam ruang jaringan.Hal ini terjadi pada gagal jantung,sindrom nefotik (penyakit ginjal),obstruksi aliran limfe pada bagian tubuh,dalam famine,dll.Cairan tertarik ke dalam ruang jaringan bagian tubuh yang terendah.
Defisiensi natrium terjadi pada keringat berlebihan bila cairan banyak di gantikan dan tanpa garam,dan pada penyakit addison,penyakit korteks adrenal.Defisiensi cairan dan natrium terjadi pada muntah dan diare berat.
Defisiensi kalium terjadi pada diare,krisis diabetik,terapi diuretik jangka panjang,ketika pasien di beri infus glukosa-salin jangka panjang tanpa tambahan kalium.Kelebihan kalium terjadi pada cedera jaringan berat dan gagal ginjal kronik.Komposisi cairan tubuh zat yang terlarut dalam cairan tubuh terdiri dariatas elektrolit dan nonelektrolit.Zat nonelektrolit adalah zat terlarut yang tidak terurai dalam larutan dan tidak bermuatan listrik,sedangkan elektrolit adalah substansi berupa ion-ion yang mamapu menghantar listrik.Aliran ion-ion listrik bermuatan positif disebut kation dan yang bermuatan negatif disebut anion.
1.     Zat mengandung elektrolit
a.     Kation : K   (kalium)
 : Na  (natrium)
 : Ca  (kalsium)
 : Mg (magnesium)

b.     Anion  : Cl  (klorida)
 : HCO        (karbonat)
 : PO  (posfat)
 :SO   (sulphat)
 : Protein
 :Asam organik
2.Zat yang bukan elektrolit
a)     Air
b)    Dekstrose
c)     Ureum
d)    Kreatinin
Konsentrasi elektrolit dalam cairan tubuh bervarisi pada satu bagian dengan bagian lainnya,dalam keadaan sehat harus berda pada bagian yang tepat dan dalam jumlah yang tepat.Kation utama pada cairan ekstraseluler adalah natrium,sedangkan anion utamanya adalah klorida dan bikarbonat.Konsentrasi dari elektrolit ini rendah pada cairan intraseluler.Pada CIS,kalium adalah kation utama dan fospat adalah anion utama.Konsentrasi elektrolit-eloktrolit ini rendah pada CES.Sebagai partikel terbanyak dalam CES,natrium memegang peranan penting dalam mengendalikan volume cairan tubuh total,sedangkan kalium penting dalam pengendalian volume sel.
Perbedaan muatan listrik di dalam dan di luar membran sel penting untuk menghasilkan kerja sraf dan otot,sedangkan perbedaan konsentrasi kalium dan natrium di dalam atau di luar membran sel penting untuk mempertahankan perbedaan muatan listrik itu.Meskipun konsentrasi ion pada tiap bagian berbeda-beda hukum netrelitas listrik menyatakan bahwa jumlah muatan-muatan negatif harus sama dengan jumlah muatan-muatan positif dalam setiap bagian.Mempertahankan muatan listrik yang netral merupakan faktor penting agar dapat menetukan pemindahan ion CES dan CIS pada ginjal.
Bila sustu zat terlarut ditambahkan pada air murni,maka zat ini akan menurunkan konsentrasinya dalam campuran tersebut.Jadi, semakin tinggi konsentrasi zat terlarut dalam suatu larutan maka semakin rendah konsentrasi airnya.Selanjutnya,cairan berdifusi dari regio dengan konsentrasi zat terlarut rendah (konsentrasi air tinggi) ke regio yang mempunyai konsentrasi zat terlarut tinggi (konsentrasi air rendah).
Karena membran relatif impermeable terhadap zat terlarut dan sangat permeable terhadap air pada salah satu sisi membaran sel konsentrasi zat terlarutnya lebih tinngi.




PERPINDAHAN CAIRAN TUBUH DAN ELEKTROLIT
Cairan tubuh dan zat yang terlarut di dalamnya brerbeda dalam mobilitas konstan yaitu dalam proses menerima dan mengeluarkan cairan yang terus-menerus,baik di dalam tubuh secara keseluruhan maupun di antara berbagai bagian untuk membawa zat gizi,O2 pada sel,membuang zat sisa,dan membentuk zat tertentu dari sel.
1)    Oksigen,zat gizi,dan cairan elektrolit, diangkut ke paru-paru dan saluran di mana ia akan menjadi bagian dari cairan dalam pembuluh darah dan di bawa ke bagian tubuh melalui sistem sirkulasi.
2)    Cairan dalam pembuluh darah dan zat-zat yang terlarut didalamnya secara cepat saling bertukaran dengan ISF (intraseluler fluidrip) melalui membran kapiler yang semipermeable.
3)    ISF dan zat-zat yang ada didalamnya saling bertukaran dengan CIS melalui membran sel yang permeable selektif.

Meskipun,keadaan di atas merupakan proses pertukaran dan pergantian yang berlangsung terus-menerus ,tetap komposisi dan volume cairan relatif stabil.Keadaan inilah yang di sebut keseimbangan atau homeostatis .Perpindahan air dan zat terlarut di antara bagian tubuh melibatkan mekanisme transpor aktif yang memerlukan energi,sedangkan transpor pasif tidak memerlukan energi.Difusi dan osmosis adalah contoh mekanisme transpor pasif.


Beberapa fungsi elektrolit dalam tubuh sebagai berikut.
1.     Membantu dalam perpindahan cairan antara ruangan dalam sel dan di luar sel terutama dengan adanya natrium.Apabila jumlah natrium dalam CES meningkat maka sejumlah cairan berpindah menuju CES untuk keseimbangan cairan.
2.     Mengatur keseimbangan asam basa dan menentukan ph darah dengan adanya sistem buffer.
3.     Dengan adanya perbedaan komposisi elektrolit di CES dan CIS maka akan terjadi perpindahan yang menghasilkan impuls-impuls saraf dan mengakibatkan terjadinya kontraksi otot.Fungsi transmisi impuls dari elektrolit adalah sebagai berikut.

a)     Kalsium      : Penting dalam fungsi sel untuk depolarisasi (netlarisasi keadaan polar)
b)    Natrium      : mempunyai peranan penting dalam proses osmosis
c)     Kalium        :mempunyai peranan penting dalam sel             syaraf
d)    Magnesium           :proses keseimbangan asam basa
e)     Karbonat    :untuk keseimbangan asam basa
f)      Fosfat                   :membantu enzim dalam metabolisme karbohidrat
g)   Protein        :membantu proses osmose sebagai buffer keseimbangan asam basa dan membentuk hemoglobin



Pengaturan Faal Cairan dan Elektrolit
Sejumlah mekanisme homeostatis bekerja tidak hanya untuk mempertahankan konsentrasi elektrolit dan osmotik dari cairan tubuh,tetapi juga untuk volume cairan tubuh total.Keseimbangan cairan tubuh dan elektrolit normal adalah akibat dari keseimbangan dinamis antara makanan dan minuman yang masuk serta keseimbangan yang melibatkan sejumlah besar sistem organ ,antara lain ginjal,sistem kardiovaskular,kelenjar hipofisis,kelenjar paratiroid,kelenjar adrenal,dan paru-paru.Ginjal merupakan pengendali utama kadar elektrolit sangat di tentukan dengan apa yang disimpan pada ginjal.Ginjal sendiri di atur oleh sejumlah hormon dalam menjalankan fungsinya.
Natrium dan Air
Keseimbangan air tubuh dan garam sangat erat kaitannya dalam mempengaruhi osmolitas maupun volume cairan ekstrasel,tetapi pengaturan keseimbangan natrium dan air melibatkan mekanisme yang berbeda dan tumpang tindih.Keseimbangan air tubuh terutama di atur oleh mekanisme rasa haus dan hormon anti diuretik (ADH) untuk mempertahankan isoosmotik dari plasma,sebaliknya keseimbangan natrium terutama diatur oleh aldesteron dengan tujuan mempertahankan volume cairan ekstrasel dan perfusi (pengaliran cairan) jaringan.
Keseimbangan air dan pengaturan osmotik
Pengaturan osmotik diperantarai oleh hipotalamus,pituitari,dan tubulus ginjal.ADH merupakan hormon peptida yang di sintesis di hipotalamus dan di simpan di hipofisis.Hipotalamus mempunyai osmoreseptor yang peka terhadap osmolalitas darah dan pusat rasa haus.Rasa haus merangsang pemasukan air dan merangsangADH untuk permeabelitas duktus kolektif ginjal untuk meningkat reabsorbsi air akibatnya terjadi peningkatan volume air tubuh yang akan memulihkan osmolitas plasma kembali normal dan terbentuknya air kemih yang hiperosmotik (pekat) dengan volume yang sedikit.Penurunan osmolitas plasma mengakibatkan terjadinya penekanan rasa haus dan menghambat pelepasan ADH sehingga osmolitas plasma dalam keadaan normal yang varisinya tidak melebihi 1-2%.
Pengaturan Keseimbangan Natrium
Mempertahankan volume plasma penting artinya bagi perfusi jaringan karena hal ini sangat erat kaitannya dengan pengaturan keseimbangan natrium.Mekanisme pengaturan keseimbangan volume tergantung pada perubahan volume sirkulasi efektif yaitu bagian dari volume CES pada ruang vaskular yang melakukan perfusi aktif pada jaringan.
Pada orang yang sehat,volume CES umumnya berubah-ubah sesuai dengan volume sirkulasi efektifnya dan berbanding secara profesional dengan natrium total tubuh karena natrium adalah zat terlarut utama yang menahan air dalam CES.Pengaturan sekresi natrium oleh ginjal adalah yang paling bertanggung jawab bagi pengaturan volume dalam tubuh.Aldesteron adalah hormon yang disekresi oleh glomerulosa pada korteks adrenal.Produksi aldesteron terutama dirangsang oleh refleks yang di atur oleh baroreseptor (ujung saraf) yang ada pada arteriol aferen ginjal.Penurunan sirkulasi efektif dideteksi oleh baroreseptor yang mengakibatkan sel juksta glomerulus memproduksi protein dan renin.





Pengaturan Kalium pada CES
Aldesteron adalah pengendali utama dalam bagi sekresi kalium pada nefron ginjal.Peningkatan sekresi aldesteron menyebabkan reabsorbsi natrium,air,dan ekskresi kalium.Sebaliknya,penurunan sekresi aldesteron menyebabkan ekskresi natrium dan air,serta penyimpanan kalium.Rangsangan utama bagi sekresi aldesteron adalah penurunan volume sirkulasi efektif atau penurunan kalium serum serta peningkatan natrium serum yang akhirnya akan menyebabkan penurunan aldesteron.
Ekskresi kalium dipengaruhi oleh keadaan asam-basa dan kecepatan aliran di tubulus distal.Pada keadaan alkolosis,ekskresi kalium akan meningkat dan pada keadaan adidosis akan menurun.Pada tubulus distal,ion hidrogen dan ion kalium bersaing untuk diekskresi sebagai pertukaran dengan reabsorbsi natrium untuk mempertahankan muatan listrik tubuh yang netral.
Jika terjadi alkalosis metabolik yang disertai dengan kekurangan ion hidrogen,tubulus akan menukar natrium dan kalium demi mempertahankan ion hidrogen,tetapi saat asidosis metabolik tubulus akan meningkatkan ekskresi hidrogen dan menurunkan sekresi kalium.
Susunan dinding kapiler penyekat antara plasma dan cairan intertisial berbeda dari satu jaringan ke jaringan yang lain.Pori-pori dalam dinding kapiler merupakan tempat pertemuan antara sel-sel endotel yang ukurannya terlampau sempit untuk memungkinkan protein plasma dan koloid lain melintasinya dengan jumlah yang berarti.Koloid mempunyai massa yang besar dalam plasma dan dalam jumlah yang besar.Dinding kapiler merupakan impermeable untuk koloid yang membangkitkan tekanan osmosis sebesar kira-kira 25 mmHg.


SISTEM CAIRAN TUBUH KHUSUS
Beberapa sistem cairan tubuh khusus di dalam tubuh melaksanakan fungsi khusus untuk tubuh yang bersangkutan.Sistem cairan ini mempunyai sifat-sifat yang mirip satu sama lain dan sifat cairan interstisial.
1.     Cairan serebrospinalis
Mengisi seluruh ruangan yang melingkingi otak dan medula spinalis,mempunyai volume kira-kira 1650 ml dan kira-kira 150 ml dari volume ini terisi oleh cairan serebospinalis yang di temukan di dalam ventrikel otak dan di dalam sisterna sekitar oraserata dalam ruang subrakhonoid sekitar otak,dan medula spinalis.Semua ruang ini saling berhubungan dan tekanan cairan tersebut diatur pada suatu tingkat yang konstan.

2.     Cairan intraokular
Cairan intraokular berada dalam mata untuk menimbulkan tekanan yang cukup di dalam bola mata.Untuk mengembangkannya cairan ini dapat di bagi dua yaitu:
a)     Homor aqueous yang terdapat di depan dan di samping lensa merupakan cairan yang bergerak bebas.Zat ini berdifusi dengan perlahan di dalam humor vitreus,tetapi hanya sedikit aliran cairan.cairan ini terus-menerus dibentuk dan diabsorbsi berfungsi mengatur volume total dan tekanan cairan intraokular.
b)    Humor viterus :cairan yang terletak di antara lensa dan retina.


BAB II
PENUTUP

A.KESIMPULAN
          Untuk kesehatan dan kehidupan,cairan dan elektrolit harus berada dalam proporsi yang benar dalam berbagai jaringan.Hal ini dicapai dengan serangkaian manuver fisiko-kimia yang kompleks.Keseimbangan cairan berupa air dicapai dengan asupan dan keluaran air yang seimbang.Ketika air tidak dapat dihindari keluar setiap saat melalui ginjal,kulit,paru masalah utama adalah untuk mempertahankan cukup air dalam tubuh. Keseimbangan air dicapai dengan asupan dan keluaran air yang seimbang.Ketika air tidak dapat dihindari keluar setiap saat melalui ginjal,kulit dan paru,masalah utama adalah mempertahankan cukup air dalam tubuh. Keseimbangan air tubuh dan garam sangat erat kaitannya dalam mempengaruhi osmolitas maupun volume cairan ekstrasel,tetapi pengaturan keseimbangan natrium dan air melibatkan mekanisme yang berbeda dan tumpang tindih.Keseimbangan air tubuh terutama di atur oleh mekanisme rasa haus dan hormon anti diuretik (ADH) untuk mempertahankan isoosmotik dari plasma,sebaliknya keseimbangan natrium terutama diatur oleh aldesteron dengan tujuan mempertahankan volume cairan ekstrasel dan perfusi (pengaliran cairan) jaringan.
B.SARAN
          Dengan makalah ini kita dapat mengetahui banyak cairan yang di butuhkan oleh tubuh kita agar dapat seimbang.Asupan makanan dan minuman yang mengandung hormon dan gizi yang cukup dan hormon cairan dan elektrolit untuk mencapai keseimbangan tubuh yang baik dan seimbang.Sehingga,cairan tubuh seimbang.
DAFTAR PUSTAKA

Agustinus, Andi Santoso . (1994) .Struktur dan Fungsi Tubuh Manusia.       Jakarta:Akademi Perawatan St.Carolus.
Cellon, Victor Moore. (1991). Segi Praktis Telinga, Hidung, dan Tenggorokan.Penerjemah:Nubai Iskandar H. Jakarta:EGC
Badiah, Atik. (2002).Sistem Pengindraan dan Integumen.Jakarta:Pusdiknakes Depkes RI.
Baj Pai. (1995). Human Osteology. Penerjemah:Ridwan Harrianto.Jakarta :Bina Rupa Aksara.




         

Tidak ada komentar:

Posting Komentar